https://palopo.times.co.id/
Gaya Hidup

Film Indonesia Paling Ditunggu, Dibuka dengan Esok Tanpa Ibu

Selasa, 13 Januari 2026 - 01:14
Film Indonesia Paling Ditunggu, Dibuka dengan Esok Tanpa Ibu Esok Tanpa Ibu, film Indonesia yang dinantikan. (FOTO: instagram)

TIMES PALOPO, JAKARTA – Tahun 2026 ini sineas Indonesia terus berlomba menghasilkan film yang berkualitas. Di kancah internasional, film Indonesia sangat diperhitungkan. Buktinya banyak film anak bangsa yang meraih penghargaan di ajang bergengsi internasional. Nggak itu saja, film Indonesia juga banyak yang sukses tayang di luar negeri lho. 

Tahun 2026, sudah ada beberapa film yang paling ditunggu pecinta film. Penggemar film berdiskusi di media sosial tentang film apa saja yang paling dinantikan. Berikut rangkumannya yang telah dikumpulkan tim dari TIMES Indonesia. 

Esok Tanpa Ibu

Awal 2026 dibuka dengan film Dian Sastrowardoyo berjudul Esok Tanpa Ibu. 

Waduh judulnya seperti bau bawang yaa, alias sedih. Film keluarga ini mengisahkan seorang anak laki-laki remaja awal yang menghadapi masa asulit saat ibunya sakit.

Kemudian hadir teknologi I-BU yang dirancang untuk menyerupai sang ibu. Esok Tanpa Ibu segera tayang pada 22 Januari.

Para Perasuk

Para-Perasuk.jpg

Wah, siapa nih yang nungguin Para Perasuk? Film ini juga paling banyak dibahas di media sosial. Selain jajaran aktornya yang menjanjikan, Para Perasuk juga digarap oleh sutradara muda yang nggak diragukan lagi kualitas filmnya yaitu Wregas Bhanuteja. 

Film ini bercerita tentang Bayu, seorang pemuda yang bercita-cita menjadi seorang perasuk dalam sebuah pesta kerasukan di desanya.

Para Perasuk dijadwalkan tayang pada 24 Januari. 

Empat Musim Pertiwi

Empat-Musim-Pertiwi.jpg

Putri Marino is back... Yups, dia akan membintangi Empat Musim Pertiwi bersama Arya Saloaka.

Empat Musim Pertiwi mengisahkan seorang perempuan bernama Pertiwi yang kembali ke desanya setelah bebas dari penjara.  

Pertiwi dipenjara lebih dari 1 dekade, karena membunuh pemerkosanya. 

Disutradarai oleh Kamila Andini, film ini mengusung genre drama thriller suspense. Sebagai informasi, film Empat Musim pertiwi telah membawa dua penghargaan di ajang Tokyo Gap-Financing Market (TGFM) 2025 (bagian dari Tokyo International Film Festival/TIFF), yaitu Tokyo Project Award dan Kongchak Studio Award (dukungan sound post-production). 

Penghargaan ini mengakui potensi global film Indonesia yang mengangkat keindahan budaya lokal Jawa, mengikuti kesuksesan film-film Indonesia lain di kancah internasional seperti Marlina: Si Pembunuh dalam Empat Babak dan Yuni. 

Wow, ga boleh skip film ini dong yaa. Tunggu saja Empat Musim Pertiwi akan tayang di tahun 2026. 

Na Willa

Na-Willa.jpg

Lalu ada Na Willa yang disutradarai Ryan Andriandhy. Film ini diadaptasi dari seri buku anak karya penulis dan musisi Reda Gaudiamo. 

Buku ini memiliki tiga seri, Na Willa, Na Willa dan Rumah dalam Gang, serta Na Willa dan Hari-Hari Ramai. 

Novel ini mengambil latar tahun 1960-an yang mengikuti kisah Na Willa seorang gadis kecil berdarah campuran, sang ibu asli Indonesia sedangkan ayahnya Cina. 

Na Willa akan tayang pada lebaran 2026. 

Ghost in The Cell

Ghost-in-The-Cell.jpg

Joko Anwar kembali bikin film horor, wah pasti keren! Judulnya Ghost in The Cell. 

Agak lain dengan film Jokan sebelumnya, pada film ini ia memasukkan unsur komedi. 

Ghost in The Cell bercerita tentang narapidana dari dua geng yang bermusuhan harus bekerja sama menghadapi teror hantu di penjara. 

Film dibintangi deretan aktor ternama di antaranya Abimana Aryasatya, Morgan Oey, Aming, Rio Dewanto, Danang Suryonegoro, Lukman Sardi, dan Endy Arfian. 

Turut bergabung pula Almanzo Konoralma, Haydar Salishz, serta aktor asal Malaysia Bront Palarae dan Ho Yuhang.

Laut Bercerita

Laut-Bercerita.jpg

Laut Bercerita diadaptasi dari novel karya Leila S. Chudori yang sedang diadaptasi menjadi film panjang, dijadwalkan tayang tahun 2026, disutradarai oleh Yosep Anggi Noen dan dibintangi Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, serta Eva Celia.

Film ini mengangkat kisah drama politik di masa Orde Baru tentang aktivis mahasiswa yang hilang, melanjutkan adaptasi film pendek tahun 2017 dengan sutradara Pritagita Arianegara. 

Novel Laut Bercerita dibagi menjadi dua POV atau sudut pandang. Yang pertama dari POV Biru Laut, seorang aktivis yang ditangkap. Dan POV dari keluarga Biru Laut, khususnya sang adik Asa Karang. 

Disutradarai Yosep Anggi Noen, Laut Bercerita tayang pada 2026. 

Dilan ITB 1997

Dilan-ITB-1997.jpg

Pengen liat Ariel NOAH akting? tunggu saja Dilan ITB 1997. Boril akan menjadi pemeran utamanya. 

Dilan ITB 1997 adalah kelanjutan kisah Dilan setelah putus dari Milea. Menceritakan Dilan yang menjadi mahasiswa ITB pada tahun 1997 di tengah gejolak Reformasi.

Ia bertemu dengan Ancika (yang menjadi fokus utama), namun Milea kembali muncul dalam hidupnya. 

Selain kisah cinta, film Indonesia ini juga akan mengangkat sejarah nasional saat pelengseran Soeharto dan awal reformasi. (*)

Pewarta : Dhina Chahyanti
Editor : Dhina Chahyanti
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Palopo just now

Welcome to TIMES Palopo

TIMES Palopo is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.